Empat Varietas Belgian Shepherd Menurut FCI: Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois
1 / 1
Empat Varietas Belgian Shepherd Menurut FCI: Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois
Artikel Anjing

Empat Varietas Belgian Shepherd Menurut FCI: Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois

24 Aug 202610 min read

Isi Artikel

Menurut FCI, Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois merupakan empat varietas dari satu ras Belgian Shepherd. Kenali persamaan serta perbedaan bulu, warna, ukuran, dan klasifikasinya.

Belgian Shepherd dapat ditemukan dalam empat penampilan yang cukup berbeda: berbulu panjang hitam, berbulu panjang fawn atau abu-abu, berbulu pendek, dan berbulu kasar. Walaupun terlihat berbeda, Fédération Cynologique Internationale atau FCI mengakui semuanya sebagai varietas dari satu ras, yaitu Belgian Shepherd Dog atau Chien de Berger Belge.

Keempat varietas tersebut adalah Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois. Menurut standar FCI No. 15, pembagiannya terutama ditentukan berdasarkan panjang, tekstur, penampilan, dan warna bulu. Struktur tubuh, ukuran ideal, temperamen dasar, dan kemampuan kerjanya tetap menggunakan standar Belgian Shepherd yang sama.

Artikel ini membantu pembaca mengenali persamaan dan perbedaannya serta menghindari anggapan bahwa keempatnya merupakan ras yang sama sekali tidak berhubungan.

Belgian Shepherd merupakan satu ras menurut FCI

FCI menempatkan Belgian Shepherd dalam Group 1, yaitu Sheepdogs and Cattle Dogs kecuali Swiss Cattle Dogs, Section 1 Sheepdogs, dengan working trial. Negara asalnya adalah Belgia.

Belgian Shepherd awalnya dikembangkan sebagai anjing penggembala. Saat ini, ras tersebut juga digunakan untuk penjagaan, perlindungan, pelacakan, pekerjaan layanan, olahraga anjing, serta menjadi pendamping keluarga bagi pemilik yang dapat memenuhi kebutuhan fisik dan mentalnya.

Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois dinilai secara terpisah dalam pertunjukan FCI. Masing-masing varietas dapat memperoleh CAC, CACIB, atau gelar cadangan. Penilaian secara terpisah tidak mengubah klasifikasinya sebagai empat varietas dari satu ras.

Mengapa Belgian Shepherd dibagi menjadi empat varietas?

Pada akhir abad ke-19, Belgia memiliki banyak anjing gembala lokal dengan struktur tubuh yang relatif serupa, tetapi bulunya sangat beragam. Pada 1891, Profesor Adolphe Reul membantu memeriksa 117 anjing gembala. Program seleksi kemudian dilakukan untuk menyatukan bentuk tubuh dan karakter Belgian Shepherd.

Standar awal disusun pada 1892. Ketika itu, Belgian Shepherd masih dikelompokkan dalam tiga tipe bulu: panjang, pendek, dan kasar. Perdebatan tentang warna dan varietas berlangsung selama bertahun-tahun, tetapi struktur tubuh, temperamen, dan kemampuan kerjanya tetap dipandang memiliki landasan yang sama.

Standar FCI kemudian menggunakan variasi panjang, arah, tekstur, penampilan, dan warna bulu sebagai dasar untuk membedakan empat varietas.

Persamaan keempat varietas Belgian Shepherd

Keempat varietas menggunakan standar anatomi yang sama. Belgian Shepherd merupakan anjing berukuran sedang, proporsional, elegan, kuat, dan berotot tanpa terlihat berat. Panjang tubuhnya kurang lebih sama dengan tinggi pada pundak sehingga memberikan kesan mendekati persegi.

Ciri umum Belgian Shepherd meliputi:

  • Kepala panjang tanpa terlihat berlebihan.
  • Moncong meruncing secara bertahap dan hidung berwarna hitam.
  • Mata berukuran sedang, sedikit berbentuk almond, dan berwarna kecokelatan; warna gelap lebih disukai.
  • Telinga relatif kecil, berbentuk segitiga, kaku, dan berdiri tegak.
  • Tubuh kuat tanpa terlihat berat atau terlalu besar.
  • Kaki lurus dengan tulang kuat tetapi tidak kasar.
  • Gerakan hidup, bebas, ringan, dan lincah.
  • Bulu rapat dengan undercoat sebagai pelindung.

FCI menggambarkan Belgian Shepherd sebagai anjing yang aktif, waspada, penuh energi, percaya diri, dan siap bergerak. Temperamen idealnya tidak menunjukkan ketakutan atau agresivitas yang tidak terkendali.

Ukuran dan berat Belgian Shepherd menurut FCI

Standar ukuran berikut berlaku untuk keempat varietas.

Jenis kelaminTinggi ideal pada pundakBerat
Jantan62 cmsekitar 25–30 kg
Betina58 cmsekitar 20–25 kg

FCI memberikan toleransi tinggi 2 cm di bawah atau 4 cm di atas ukuran ideal. Dengan demikian, jantan masih berada dalam batas sekitar 60–66 cm dan betina sekitar 56–62 cm.

Ukuran tersebut merupakan standar ras, bukan jaminan bahwa setiap anjing akan mempunyai angka yang persis sama. Jenis kelamin, garis keturunan, pertumbuhan, kesehatan, dan komposisi tubuh dapat menimbulkan variasi.

Tabel perbandingan empat varietas

VarietasTipe buluWarna menurut FCICiri pembeda utama
GroenendaelPanjangHitam seragamBulu panjang hitam dan ekor berbulu lebat
TervuerenPanjangFawn atau abu-abu dengan black overlay dan topeng hitamBulu panjang dengan warna dasar bukan hitam
MalinoisPendekFawn dengan black overlay dan topeng hitamBulu pendek dengan tubuh terlihat atletis
LaekenoisKasarFawn dengan jejak black overlay, terutama pada moncong dan ekorBulu kering, kasar, dan tampak kusut

1. Groenendael

Groenendael merupakan Belgian Shepherd berbulu panjang dengan warna hitam seragam. Bulunya pendek pada kepala, sisi luar telinga, dan bagian bawah kaki. Pada bagian tubuh lainnya, bulu tumbuh panjang serta halus.

Bulu menjadi lebih lebat di sekitar leher dan dada depan sehingga membentuk kerah atau surai. Bagian belakang paha mempunyai bulu panjang, sedangkan ekornya ditutupi bulu lebat yang membentuk plume.

FCI hanya menerima warna hitam seragam untuk Groenendael. Sedikit warna putih masih ditoleransi pada dada depan dan ujung jari kaki. Tanda putih yang luas, semburat kemerahan pada bulu, atau bagian belakang paha berwarna abu-abu tidak sesuai dengan penampilan yang diinginkan standar.

Menurut klasifikasi FCI, Groenendael dan Malinois bukan dua ras yang sepenuhnya terpisah. Perbedaannya terutama terlihat pada bulu: Groenendael panjang dan hitam, sedangkan Malinois pendek dan fawn dengan topeng hitam.

2. Tervueren

Tervueren juga mempunyai bulu panjang. Distribusi bulunya mirip Groenendael: lebih lebat di leher dan dada, panjang di belakang paha, serta membentuk plume pada ekor. Perbedaan utamanya terdapat pada warna.

FCI menerima Tervueren berwarna:

  • Fawn dengan black overlay dan topeng hitam.
  • Abu-abu dengan black overlay dan topeng hitam.

Fawn dengan black overlay tetap menjadi warna yang lebih disukai. Warna fawn harus kaya, tidak terlalu terang, dan tidak tampak pudar. Topeng hitam harus jelas.

Black overlay berarti ujung rambut berwarna hitam sehingga memberi bayangan gelap pada warna dasar. Efek tersebut tidak boleh berbentuk bercak hitam besar atau garis nyata seperti pola brindle.

Dengan demikian, cara termudah membedakan Tervueren dan Groenendael adalah warnanya: Groenendael hanya hitam, sedangkan Tervueren memiliki warna dasar fawn atau abu-abu dengan lapisan hitam dan topeng hitam.

3. Belgian Malinois

Malinois merupakan varietas Belgian Shepherd berbulu pendek. Bulu pada kepala, sisi luar telinga, dan bagian bawah kaki sangat pendek. Pada tubuh, bulunya tetap pendek, tetapi sedikit lebih penuh di sekitar leher dan ekor.

Bulu di leher membentuk kerah ringan. Bagian belakang paha memiliki sedikit bulu yang lebih panjang, sedangkan ekornya menyerupai bulir jagung dan tidak membentuk plume seperti Groenendael atau Tervueren.

Menurut FCI, warna Malinois adalah fawn dengan black overlay dan topeng hitam. Topeng harus tampak jelas dan cenderung mencakup bibir atas, bibir bawah, sudut bibir, serta kelopak mata sebagai satu zona hitam.

Black overlay berasal dari ujung rambut berwarna hitam yang menaungi warna dasar. Lapisan tersebut tidak boleh membentuk bercak besar atau pola brindle. Sedikit putih pada dada depan dan ujung jari kaki masih ditoleransi.

Malinois banyak dikenal melalui pekerjaan kepolisian, militer, deteksi, pelacakan, perlindungan, dan olahraga anjing. Popularitas tersebut berkaitan dengan kelincahan, kemampuan belajar, dorongan bekerja, stamina, serta respons terhadap pawang. Namun, tidak semua Malinois otomatis cocok menjadi anjing K9; setiap individu tetap harus dinilai berdasarkan kesehatan dan stabilitas temperamennya.

Pelajari karakter, ukuran, kesehatan, dan kebutuhan latihannya pada halaman jenis anjing Belgian Malinois.

4. Laekenois

Laekenois merupakan Belgian Shepherd berbulu kasar dan menjadi varietas yang paling mudah dibedakan dari tiga varietas lainnya. FCI menggambarkan bulunya sebagai kasar, kering, terasa keras, dan tampak kusut. Panjangnya sekitar 6 cm pada sebagian besar tubuh.

Bulu lebih pendek pada bagian atas moncong, dahi, dan kaki. Bulu di sekitar mata dan moncong tidak boleh terlalu panjang hingga menutupi bentuk kepala. Laekenois harus memiliki bulu penghias pada moncong, tetapi ekornya tidak membentuk plume.

FCI hanya menerima warna fawn dengan jejak black overlay, terutama pada moncong dan ekor. Lapisan hitam pada Laekenois lebih halus daripada black overlay pada Malinois dan Tervueren. Sedikit putih di dada depan dan ujung jari kaki masih ditoleransi.

Laekenois dan Malinois mempunyai hubungan sejarah yang dekat karena berasal dari populasi Belgian Shepherd yang sama. Namun, hal itu bukan berarti Malinois modern dibuat dengan mencampurkan ras Laekenois modern. Ketika Belgian Shepherd mulai dibentuk, batas antarvarietas belum diatur seperti sekarang.

Memahami topeng hitam dan black overlay

Topeng hitam merupakan area pigmentasi gelap pada wajah. Pada Malinois dan Tervueren, topeng harus jelas serta mencakup bagian bibir dan kelopak mata. Moncong yang lebih terang dan tidak memiliki topeng tidak sesuai dengan ketentuan warna kedua varietas tersebut.

Black overlay bukan bercak hitam besar. Istilah ini mengacu pada rambut dengan ujung berwarna hitam yang menghasilkan bayangan gelap di atas warna dasar. Pada Malinois dan Tervueren, penyebarannya tidak boleh tampak sebagai garis brindle. Pada Laekenois, jejak warna hitam lebih terbatas dan terutama terlihat pada moncong serta ekor.

Apakah karakter keempat varietas berbeda?

FCI menggunakan deskripsi temperamen yang sama untuk seluruh Belgian Shepherd. Ras ini diharapkan waspada, aktif, berenergi, percaya diri, siap bekerja, dan memiliki naluri menjaga tanpa menunjukkan ketakutan atau agresivitas yang tidak terkendali.

Meskipun demikian, karakter individu tidak ditentukan oleh warna atau bulu saja. Temperamen juga dipengaruhi oleh garis pembiakan, temperamen kedua induk, tujuan seleksi, sosialisasi, pelatihan, kesehatan, lingkungan, dan pengalaman anjing.

Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa seluruh anggota satu varietas pasti mempunyai energi dan karakter yang identik.

Apakah perkawinan antarvarietas diperbolehkan?

Standar FCI menyatakan bahwa perkawinan antarvarietas dilarang, kecuali dalam keadaan khusus ketika larangan tersebut dicabut oleh dewan ras resmi yang berwenang.

Artinya, perkawinan Malinois dengan Tervueren atau kombinasi varietas lainnya tidak dilakukan secara bebas hanya karena semuanya termasuk Belgian Shepherd. Program pembiakan harus mengikuti ketentuan organisasi kennel dan dewan ras yang menangani registrasi di negara bersangkutan.

Cara mudah membedakan keempat varietas

Cara tercepat mengenalinya adalah dengan melihat bulu dan warna:

  • Hitam dan berbulu panjang: Groenendael.
  • Fawn atau abu-abu, berbulu panjang, dan bertopeng hitam: Tervueren.
  • Fawn, berbulu pendek, dan bertopeng hitam: Malinois.
  • Fawn dengan bulu kasar dan terlihat kusut: Laekenois.

Identifikasi visual tidak cukup untuk membuktikan silsilah. Pedigree, identitas induk, catatan kennel, dan registrasi tetap perlu diperiksa ketika seekor anjing diklaim sebagai ras murni.

Varietas mana yang paling cocok dipelihara?

Tidak ada satu varietas yang otomatis paling cocok untuk semua keluarga. Belgian Shepherd umumnya membutuhkan aktivitas fisik teratur, latihan kepatuhan, stimulasi mental, sosialisasi sejak kecil, interaksi dengan pemilik, dan lingkungan yang aman.

Sebelum memilih, pelajari berbagai jenis anjing dan bandingkan kebutuhannya dengan waktu, pengalaman, tempat tinggal, serta kondisi keluarga.

Jika mencari anjing yang ditawarkan oleh pemasang iklan, kunjungi halaman anjing dijual. Periksa identitas penjual, kondisi kesehatan anjing, temperamen, dokumen yang diklaim, dan riwayat induknya sebelum bertransaksi. AnjingK9.net merupakan media iklan; transaksi dilakukan langsung antara calon pembeli dan pemasang iklan.

Kesimpulan

Menurut FCI, Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois merupakan empat varietas dari satu ras Belgian Shepherd Dog.

Perbedaan utamanya adalah:

  • Groenendael memiliki bulu panjang dan hitam.
  • Tervueren memiliki bulu panjang berwarna fawn atau abu-abu dengan black overlay.
  • Malinois memiliki bulu pendek berwarna fawn dengan black overlay.
  • Laekenois memiliki bulu kasar berwarna fawn dengan jejak black overlay.

Di luar perbedaan bulu dan warna, keempatnya menggunakan standar struktur tubuh, ukuran, gerakan, dan temperamen dasar yang sama. Memahami klasifikasi tersebut membantu pembaca menghindari kesalahan ketika menyebut Malinois, Tervueren, Groenendael, dan Laekenois sebagai empat ras yang tidak berhubungan.

Sumber rujukan

  1. Fédération Cynologique Internationale, FCI Standard No. 15 – Belgian Shepherd Dog.

Keterangan gambar utama: Perbandingan empat varietas Belgian Shepherd. Dari kiri ke kanan: Groenendael, Tervueren, Malinois, dan Laekenois. Gambar merupakan ilustrasi edukatif yang dibuat untuk membantu mengenali perbedaan bulu dan warna, bukan dokumentasi resmi FCI.

Kembali ke Daftar Artikel Kembali ke Home
Hubungi Customer Service
CS Agung Yudhi
Agung Yudhi

+6285857883435

Status: Available