Hong Kong Izinkan Anjing Masuk ke Lebih dari 900 Restoran
Berita Anjing

Hong Kong Izinkan Anjing Masuk ke Lebih dari 900 Restoran

16 Jul 2026 7 min read

Isi Berita

Hong Kong mulai mengizinkan anjing memasuki lebih dari 900 restoran berizin. Kebijakan baru ini disertai aturan ketat mengenai tali, kebersihan, meja makan, dan tanggung jawab pemilik.

Hong Kong mengambil langkah besar menuju kota yang lebih ramah hewan dengan mengizinkan anjing memasuki lebih dari 900 restoran berizin. Kebijakan yang mulai berlaku pada 9 Juli 2026 ini mengubah aturan lama yang selama puluhan tahun membatasi keberadaan anjing di tempat usaha makanan.

Perubahan tersebut disambut antusias oleh banyak pemilik anjing. Kini mereka dapat menikmati waktu makan bersama hewan kesayangannya di restoran yang telah memperoleh izin khusus. Meski demikian, kebebasan baru ini tetap disertai aturan ketat untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan seluruh pengunjung.

Larangan yang Berlaku Sejak 1994 Mulai Dilonggarkan

Sebelum kebijakan baru diterapkan, anjing pada umumnya tidak diperbolehkan berada di dalam restoran Hong Kong. Berdasarkan aturan usaha makanan yang berlaku sejak 1994, pengecualian terutama diberikan kepada anjing pemandu dan anjing yang sedang menjalankan tugas resmi.

Pemerintah Hong Kong kemudian memperkenalkan skema khusus bagi tempat makan yang ingin menerima pengunjung bersama anjing. Food and Environmental Hygiene Department atau FEHD menyediakan 1.000 kuota izin pada tahap awal. Setelah proses pengundian dan persetujuan, lebih dari 900 restoran mulai berpartisipasi.

Daftar restoran peserta tersebar di berbagai wilayah Hong Kong. Setiap restoran wajib menampilkan tanda yang memberi tahu pelanggan bahwa anjing diizinkan masuk ke tempat tersebut.

Kebijakan ini bukan berarti seluruh restoran Hong Kong otomatis menjadi ramah anjing. Hanya tempat makan yang telah mendapatkan izin FEHD dan memenuhi ketentuan operasional yang boleh menerima anjing.

Aturan Membawa Anjing Masuk Restoran

Pemilik tetap bertanggung jawab penuh atas perilaku anjingnya selama berada di restoran. Pemerintah menetapkan sejumlah aturan untuk mengurangi risiko gangguan, kecelakaan, dan masalah kebersihan.

Beberapa ketentuan penting yang harus dipatuhi antara lain:

  • Anjing harus menggunakan tali dengan panjang tidak lebih dari 1,5 meter.
  • Tali harus dipegang oleh orang dewasa atau diikat pada tempat yang aman.
  • Anjing tidak diperbolehkan naik atau diletakkan di atas meja makan.
  • Anjing tidak boleh makan atau minum langsung dari peralatan makan yang digunakan manusia.
  • Anjing tidak boleh memasuki dapur, area persiapan makanan, atau area penyimpanan bahan makanan.
  • Pemilik harus segera membersihkan apabila anjingnya buang air atau mengotori ruangan.
  • Restoran dapat menentukan area tertentu khusus bagi pelanggan yang membawa anjing.

Restoran juga tidak diperbolehkan memasak makanan khusus anjing di dapurnya. Namun, pihak restoran dapat menjual atau memberikan makanan hewan yang sudah dikemas sebelumnya. Pemilik pun dapat membawa makanan sendiri untuk anjingnya selama mengikuti aturan tempat tersebut.

Tidak Semua Anjing Diperbolehkan Masuk

Skema ini tetap memberlakukan pembatasan terhadap anjing yang masuk dalam kategori fighting dogs berdasarkan ketentuan pemerintah Hong Kong. Anjing dalam kategori tersebut tidak diperbolehkan memasuki restoran peserta.

Selain aturan pemerintah, pengelola restoran memiliki hak menetapkan kebijakan tambahan. Restoran dapat membatasi jumlah anjing, menentukan ukuran anjing yang diterima, meminta penggunaan stroller, atau menolak anjing yang menunjukkan perilaku agresif dan mengganggu pelanggan.

Karena itu, pemilik disarankan menghubungi restoran terlebih dahulu sebelum datang. Restoran yang terdaftar dalam program belum tentu menerapkan aturan operasional yang sama.

Pemilik Mulai Mengikuti Pelatihan Etika Makan

Menjelang diberlakukannya kebijakan baru, pelatihan yang mengajarkan “etika makan” kepada anjing menjadi semakin populer. Program semacam ini membantu anjing belajar tetap tenang ketika berada di ruangan ramai, bertemu anjing lain, dan melihat makanan di sekelilingnya.

Pelatihan biasanya mencakup beberapa kemampuan dasar:

  • Duduk atau berbaring dengan tenang di dekat pemilik.
  • Tidak melompat ke meja dan kursi.
  • Tidak menggonggong terus-menerus.
  • Tidak mendekati makanan milik pelanggan lain.
  • Mampu mengabaikan orang dan anjing yang berjalan melewatinya.
  • Merespons perintah dasar seperti duduk, diam, dan kembali.

Anjing yang jarang bersosialisasi dapat merasa gugup, terlalu bersemangat, atau defensif ketika pertama kali dibawa ke restoran. Oleh sebab itu, pemilik sebaiknya tidak langsung membawa anjing ke tempat yang sangat ramai.

Latihan dapat dimulai dari area terbuka yang tenang, kemudian ditingkatkan secara bertahap ke kafe atau restoran dengan jumlah pengunjung lebih banyak.

Restoran Berinvestasi Menyambut Pelanggan Berkaki Empat

Sejumlah restoran melakukan penyesuaian untuk menerima pelanggan yang datang bersama anjing. Persiapan yang dilakukan mencakup pemasangan alat pembersih udara, penyediaan sekat, stroller anjing, perlengkapan kebersihan, dan area duduk khusus.

Salah satu restoran dim sum yang diberitakan Associated Press mengeluarkan biaya lebih dari 10.000 dolar Hong Kong untuk mempersiapkan fasilitasnya. Pengelolanya memperkirakan konsep ramah anjing berpotensi meningkatkan jumlah pelanggan hingga sekitar 15 persen.

Meski demikian, manfaat kebijakan ini tidak hanya dinilai dari peningkatan omzet. Restoran juga harus mampu menjaga keseimbangan antara pelanggan pemilik anjing, pelanggan yang takut terhadap anjing, orang dengan alergi, serta pengunjung yang ingin makan tanpa gangguan.

Pemisahan area dapat menjadi solusi agar semua pelanggan tetap merasa nyaman.

Mengapa Kebijakan Ini Penting bagi Hong Kong?

Menurut data pemerintah yang dikutip Associated Press, lebih dari 240.000 rumah tangga di Hong Kong memelihara lebih dari 400.000 anjing dan kucing. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa hewan peliharaan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan banyak keluarga.

Kebijakan restoran ramah anjing melengkapi sejumlah perubahan lain yang lebih dulu diterapkan. Hewan peliharaan telah diperbolehkan berada di beberapa rute feri, layanan kereta tertentu di kawasan pedesaan, dan kunjungan khusus bagi pasien perawatan paliatif di rumah sakit.

Langkah tersebut memperlihatkan pergeseran cara pandang terhadap hewan peliharaan. Anjing tidak lagi hanya dipelihara di rumah, tetapi semakin diterima sebagai bagian dari kehidupan sosial pemiliknya.

Peluang bagi Restoran Pet-Friendly di Indonesia

Perkembangan di Hong Kong dapat menjadi bahan pertimbangan bagi restoran dan kafe di Indonesia, khususnya di kota dengan komunitas pencinta hewan yang besar.

Konsep pet-friendly memiliki potensi bisnis, tetapi tidak cukup hanya dengan memasang tanda bahwa anjing diperbolehkan masuk. Pengelola perlu mempersiapkan standar yang jelas, seperti:

  • Area khusus pelanggan bersama hewan.
  • Aturan penggunaan tali atau kandang portabel.
  • Perlengkapan pembersih dan tempat pembuangan kotoran.
  • Larangan masuk ke dapur dan area pengolahan makanan.
  • Batas jumlah hewan dalam satu waktu.
  • Prosedur penanganan apabila terjadi perkelahian atau gigitan.
  • Informasi terbuka bagi pelanggan yang alergi atau takut terhadap anjing.

Peraturan kesehatan dan izin usaha di setiap daerah juga harus diperhatikan. Pemilik restoran sebaiknya berkonsultasi dengan instansi terkait sebelum menerapkan konsep yang mengizinkan hewan masuk ke ruang makan dalam ruangan.

Etika Pemilik Saat Membawa Anjing ke Restoran

Keberhasilan restoran ramah anjing sangat bergantung pada tanggung jawab pemilik. Tidak semua anjing nyaman berada di tempat makan, terutama anjing yang mudah stres, takut pada orang asing, atau memiliki kecenderungan menjaga makanan.

Pemilik perlu memperhatikan bahasa tubuh anjing. Tanda seperti ekor masuk ke bawah tubuh, terengah-engah berlebihan, menjilat bibir, menghindari kontak, tubuh kaku, menggeram, atau terus mencoba bersembunyi dapat menunjukkan ketidaknyamanan.

Apabila anjing terlihat stres, pilihan terbaik adalah membawanya keluar dari restoran. Memaksakan anjing tetap berada di tempat ramai dapat meningkatkan risiko menggonggong, melarikan diri, atau menggigit.

Sebelum berkunjung, pastikan anjing sudah berjalan kaki, buang air, dan mendapatkan stimulasi yang cukup. Bawalah air minum, alas duduk, kantong kotoran, serta camilan yang aman. Jangan membiarkan anjing mendekati pelanggan atau anjing lain tanpa izin.

Langkah Menuju Kota yang Lebih Ramah Hewan

Kebijakan Hong Kong membuka ruang baru bagi pemilik anjing untuk menjalani aktivitas sosial bersama hewan peliharaannya. Namun, kebijakan tersebut juga menjadi ujian bagi kedisiplinan pemilik dan kesiapan pengelola restoran.

Restoran ramah anjing dapat berkembang dengan baik apabila kebersihan, keselamatan, kesejahteraan hewan, dan hak pelanggan lain diperlakukan secara seimbang. Kehadiran anjing di ruang publik bukan hanya soal kebebasan membawa hewan peliharaan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kemampuan hidup berdampingan.

Bagi Indonesia, perkembangan ini dapat menjadi inspirasi untuk membangun ruang publik yang lebih inklusif bagi hewan tanpa mengabaikan standar kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Sumber

Kembali ke Daftar Berita Kembali ke Home
Hubungi Customer Service
CS Agung Yudhi
Agung Yudhi

+6285857883435

Status: Available