Berita Anjing

Tiga Anjing Liar Afrika Tempuh 4.126 Kilometer, Pecahkan Rekor Perjalanan Mamalia

18 Sep 20266 min read

Isi Berita

Tiga anjing liar Afrika bersaudara tercatat menempuh lintasan 4.126 kilometer selama delapan bulan di Zambia. Perjalanan yang dipantau dengan GPS ini menegaskan pentingnya konektivitas habitat.

Ilustrasi tiga anjing liar Afrika dalam perjalanan melintasi habitat sabana. Gambar ini bukan dokumentasi ketiga hewan yang diteliti.

Tiga anjing liar Afrika bersaudara tercatat menempuh lintasan sepanjang 4.126 kilometer selama delapan bulan di Zambia. Penelitian yang memantau perjalanan mereka dengan kalung GPS menyebutnya sebagai penyebaran atau dispersal terpanjang yang pernah didokumentasikan pada mamalia Afrika.

Temuan tersebut diberitakan Reuters pada 15 September 2026 dan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Ecology. Perjalanan ketiga anjing itu tidak hanya memperlihatkan daya jelajah luar biasa, tetapi juga memberikan petunjuk bahwa sejumlah populasi anjing liar Afrika di bagian timur dan selatan benua tersebut mungkin masih terhubung.

Namun, jalur yang mereka lewati bukan bentang alam yang sepenuhnya aman. Ketiganya harus bergerak melalui kawasan lindung, daerah yang dikelola untuk satwa, jalan raya, sungai, kawasan pertambangan, waduk, serta wilayah yang telah banyak dipengaruhi aktivitas manusia.

Meninggalkan kelompok untuk mencari pasangan

Anjing liar Afrika memiliki nama ilmiah Lycaon pictus. Hewan ini hidup dalam kelompok sosial, tetapi anjing yang telah dewasa dapat meninggalkan kelompok asal untuk mencari pasangan yang tidak berkerabat dan membentuk kelompok baru.

Pergerakan tersebut disebut dispersal. Istilah ini berbeda dari migrasi musiman yang biasanya berlangsung berulang antara wilayah tertentu. Dalam dispersal, hewan berpindah dari kelompok atau wilayah asal untuk menemukan kesempatan berkembang biak dan membangun wilayah baru.

Menurut laporan The Guardian, tiga pejantan bersaudara itu meninggalkan Mayukuyuku Pack di Taman Nasional Kafue pada Juli 2025. Perjalanan mereka berakhir di kawasan Lembah Luangwa setelah sekitar delapan bulan.

Para peneliti dapat mengikuti pergerakan mereka karena salah satu anjing memakai kalung GPS. Data lokasi memungkinkan tim melihat panjang lintasan, habitat yang dilalui, perubahan arah, dan berbagai hambatan yang tidak akan terlihat jika hanya membandingkan titik keberangkatan dengan titik akhir.

Mengapa angka 4.126 kilometer perlu dijelaskan?

Angka 4.126 kilometer merupakan total lintasan yang ditempuh selama anjing bergerak dan berputar mencari jalan. Angka itu bukan jarak lurus antara Taman Nasional Kafue dan Lembah Luangwa.

Jarak dari titik awal ke titik akhirnya dilaporkan sekitar 546 kilometer. Perbedaan besar antara kedua angka tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan satwa jarang mengikuti rute langsung. Mereka dapat berbelok untuk mencari air, menghindari permukiman, melewati penghalang alam, mencari mangsa, atau menemukan jalur yang memungkinkan untuk dilalui.

Karena itu, judul mengenai perjalanan 4.126 kilometer tidak boleh diartikan bahwa ketiga anjing berpindah sejauh itu dalam satu garis lurus. Nilai ilmiahnya terdapat pada keseluruhan pergerakan selama proses penyebaran.

Empat kelompok bergerak hampir 9.863 kilometer

Reuters melaporkan bahwa penelitian tersebut membahas empat kelompok anjing liar Afrika yang secara keseluruhan menempuh sekitar 9.863 kilometer. Kelompok-kelompok itu bergerak melalui Zambia dan menuju atau mendekati lima negara tetangga.

The Guardian menyebut para peneliti memantau 19 kelompok yang melakukan dispersal. Di antara hewan yang diamati terdapat sekelompok betina yang masih berkerabat dengan tiga pejantan pemegang rekor.

Perjalanan kelompok betina berakhir lebih buruk. Dua di antaranya dilaporkan mati dan diduga terkena jerat. Sebelum berpisah kembali, kelompok jantan dan betina sempat bertemu di kawasan pertambangan Copperbelt. Karena masih berkerabat, mereka tidak membentuk kelompok reproduktif baru.

Kisah itu memperlihatkan bahwa kemampuan bergerak jauh tidak otomatis menjamin keselamatan. Hewan dapat melewati ribuan kilometer tetapi tetap menghadapi jerat perburuan, kendaraan, berkurangnya habitat, penyakit, dan konflik dengan manusia.

Koridor satwa menjadi bagian penting konservasi

Kawasan lindung memberikan habitat inti bagi satwa, tetapi batas taman nasional tidak selalu mencakup seluruh wilayah yang dibutuhkan anjing liar Afrika. Saat mencari pasangan, mereka dapat keluar dari kawasan tersebut dan melintasi bentang alam yang digunakan manusia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi di antara habitat penting masih ada. Scott Creel, penulis utama dan profesor di Montana State University, mengatakan kepada Reuters bahwa hasil tersebut mengubah perkiraannya mengenai keterhubungan populasi penting anjing liar di Afrika timur dan selatan.

Konektivitas habitat memungkinkan hewan berpindah, menemukan pasangan, dan membawa keragaman genetik ke kelompok lain. Jika jalur di antara populasi terputus oleh pembangunan, pagar, lalu lintas, atau tekanan manusia, kelompok kecil dapat semakin terisolasi.

Perlindungan koridor bukan berarti seluruh wilayah harus bebas dari aktivitas manusia. Upaya konservasi dapat mencakup identifikasi rute penting, pengurangan jerat, pengelolaan jalan, kerja sama dengan masyarakat, perlindungan sumber air, pemantauan satwa, serta perencanaan pembangunan yang mempertimbangkan jalur pergerakan.

Spesies yang berbeda dari anjing domestik

Walaupun namanya mengandung kata “anjing”, anjing liar Afrika bukan ras anjing peliharaan. Lycaon pictus merupakan spesies satwa liar tersendiri dan tidak dapat disamakan dengan anjing domestik (Canis lupus familiaris) yang dibahas dalam daftar jenis anjing.

Anjing liar Afrika mudah dikenali melalui pola bulunya yang tidak seragam, berupa perpaduan warna hitam, putih, cokelat, dan kekuningan. Mereka juga mempunyai telinga besar membulat, tubuh ramping, kaki panjang, serta struktur sosial kelompok yang kompleks.

Setiap individu memiliki pola mantel yang berbeda. Ciri itu dapat membantu peneliti mengenali hewan tertentu melalui foto, sementara kalung GPS memberikan data pergerakan yang lebih terukur.

Populasinya masih menghadapi tekanan

Laporan penelitian memperkirakan sekitar 6.600 individu dewasa masih bertahan dalam 39 populasi. Spesies ini berstatus terancam punah dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature.

Ancaman utamanya mencakup kehilangan dan pemecahan habitat, berkurangnya mangsa alami, jerat yang dipasang untuk perdagangan daging satwa liar, penyakit, serta konflik dengan manusia. Jumlah populasi yang kecil membuat kematian beberapa individu dapat berdampak besar, terutama jika hewan yang mati sedang melakukan perjalanan untuk membentuk kelompok baru.

Data perjalanan ketiga pejantan memberikan alasan untuk tetap optimistis, tetapi tidak berarti kondisi spesies sudah aman. Kemampuan menempuh jarak jauh baru bermanfaat jika mereka masih memiliki jalur yang dapat dilalui dan tujuan yang menyediakan pasangan, mangsa, serta habitat memadai.

Apa arti temuan ini?

Rekor 4.126 kilometer menarik perhatian karena skalanya, tetapi pesan terpentingnya terletak pada konektivitas. Ketiga anjing tersebut membuktikan bahwa satwa masih dapat berpindah di antara bentang alam utama Afrika. Pada saat yang sama, perjalanan kelompok betina menunjukkan betapa berbahayanya jalur tersebut.

Penelitian berbasis GPS membantu pengelola konservasi melihat wilayah di luar taman nasional yang benar-benar digunakan satwa. Informasi itu dapat menjadi dasar untuk menentukan lokasi patroli antijeratan, bekerja sama dengan masyarakat, dan menjaga hubungan di antara habitat yang sebelumnya dianggap terpisah.

Kisah ketiga anjing bersaudara ini layak dipandang bukan hanya sebagai rekor ketahanan fisik. Perjalanan mereka menjadi bukti bahwa perlindungan satu kawasan saja belum tentu cukup bagi spesies yang kehidupannya bergantung pada kemampuan bergerak melintasi wilayah yang sangat luas.

Berita dan penelitian lain mengenai anjing serta keluarga kanid dapat dibaca pada halaman berita anjing.

Sumber

Catatan: Artikel ini merupakan penulisan ulang dan pengembangan editorial berdasarkan sumber yang dicantumkan. Gambar utama adalah ilustrasi, bukan foto ketiga anjing yang dipantau dalam penelitian.

Kembali ke Daftar Berita Kembali ke Home
Hubungi Customer Service
CS Agung Yudhi
Agung Yudhi

+6285857883435

Status: Available