Petugas membawa anjing di dekat kendaraan layanan veteriner keliling. Foto dari berkas yang disertakan; kredit sumber belum dicantumkan.
Sebuah shelter di Rumania mencoba menunjukkan bahwa populasi anjing liar dapat ditangani melalui sterilisasi, vaksinasi, identifikasi, dan registrasi secara terkoordinasi. Program yang dijalankan Smeura itu telah melakukan hampir 40.000 sterilisasi sepanjang 2026, mencakup anjing liar dan anjing peliharaan.
Menurut laporan Reuters pada 17 September 2026, setiap pagi delapan unit veteriner bergerak meninggalkan shelter Smeura menuju desa-desa di Rumania tengah. Di lokasi yang dikunjungi, tim memberikan layanan sterilisasi anjing secara gratis.
Program percontohan tersebut dijalankan oleh Tierhilfe Hoffnung, organisasi kesejahteraan hewan asal Jerman. Tujuan utamanya adalah memperlihatkan pendekatan jangka panjang yang dapat digunakan sebagai alternatif terhadap pemusnahan anjing yang tidak memiliki pemilik.
Mengapa Rumania menghadapi masalah anjing liar?
Rumania mengizinkan penangkapan dan euthanasia terhadap anjing liar pada 2013, setelah seorang anak meninggal akibat serangan anjing. Namun, tiga belas tahun kemudian, persoalan populasi anjing yang berkeliaran belum sepenuhnya terselesaikan.
Kelompok kesejahteraan hewan memperkirakan terdapat sekitar 500.000 anjing yang berkeliaran di negara tersebut. Angka itu perlu dipahami sebagai estimasi yang dikutip oleh organisasi kesejahteraan hewan, bukan sebagai hasil sensus resmi baru terhadap setiap anjing di Rumania.
Shelter Smeura juga terus menerima anjing telantar. Lebih dari 2.200 anjing dari shelter tersebut berhasil ditempatkan melalui adopsi pada 2025. Meskipun ribuan anjing memperoleh rumah baru, anjing lain terus datang menggantikan tempat yang kosong.
Kondisi itu menunjukkan bahwa adopsi saja tidak selalu cukup untuk menghentikan pertumbuhan populasi. Jika kelahiran anak anjing yang tidak direncanakan terus terjadi, shelter dapat kembali penuh meskipun program adopsi berjalan aktif.
Hampir 40.000 sterilisasi dilakukan pada 2026
Smeura melaksanakan sterilisasi melalui unit veteriner keliling dan fasilitas shelter yang beroperasi tanpa subsidi. Reuters melaporkan bahwa hampir 40.000 tindakan telah dilakukan sepanjang 2026 hingga berita tersebut diterbitkan.
Jumlah itu tidak hanya mencakup anjing liar. Pemilik di desa-desa juga dapat membawa anjing peliharaan mereka untuk mendapatkan pelayanan. Pelibatan pemilik penting karena anak anjing yang tidak direncanakan dapat berakhir ditelantarkan atau menambah populasi anjing yang berkeliaran.
Dalam kunjungan ke Desa Cateasca, misalnya, sejumlah warga datang membawa anjing mereka. Salah seorang pemilik yang membawa tiga anjing menilai pencegahan kelahiran berlebih bermanfaat bagi hewan sekaligus keselamatan masyarakat.
Program ini tidak berhenti pada tindakan operasi. Tierhilfe Hoffnung menyampaikan rencana lima tahun yang mencakup:
- Identifikasi anjing.
- Vaksinasi rabies.
- Registrasi dalam program nasional.
- Sterilisasi secara intensif dan luas.
Keempat unsur tersebut saling melengkapi. Registrasi dan identifikasi membantu pelacakan kepemilikan, vaksinasi rabies melindungi kesehatan hewan dan manusia, sedangkan sterilisasi menekan kelahiran yang tidak direncanakan.
Smeura termasuk shelter anjing terbesar di dunia
Smeura berdiri di area bekas peternakan rubah di kawasan berhutan Rumania tengah. Dengan cakupan fasilitas yang luas dan jumlah anjing yang ditangani, tempat tersebut dikenal sebagai salah satu shelter hewan terbesar di dunia.
Namun, ukuran shelter tidak menghilangkan masalah pada sumbernya. Matthias Schmidt dari Tierhilfe Hoffnung mengatakan bahwa anjing terus berdatangan. Karena itu, organisasi tersebut menilai sterilisasi perlu dilakukan secara intensif dan dalam skala besar jika ingin menghasilkan perubahan populasi yang berarti.
Pendekatan ini juga menyoroti perbedaan antara penanganan di hilir dan pencegahan di hulu. Shelter, penyelamatan, dan adopsi diperlukan untuk anjing yang sudah telantar. Sementara itu, sterilisasi sukarela, kepemilikan yang bertanggung jawab, identifikasi, dan penegakan aturan pembuangan hewan dibutuhkan untuk mencegah bertambahnya kasus baru.
Sorotan terhadap kondisi shelter publik
Dorongan untuk mengurangi euthanasia menguat setelah investigasi Four Paws pada awal 2026. Associated Press melaporkan bahwa penyelidikan terhadap sembilan shelter yang didanai pemerintah menemukan dugaan pengabaian sistematis, kandang yang terlalu penuh, kondisi tidak higienis, luka yang tidak ditangani, serta anjing yang terpapar suhu musim dingin.
Temuan tersebut tidak berarti bahwa semua shelter di Rumania memiliki kondisi yang sama. Akan tetapi, laporan itu memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas, transparansi, dan standar kesejahteraan dalam sistem penanganan anjing liar.
Sterilisasi juga bukan solusi yang bekerja secara instan. Dampaknya bergantung pada jangkauan program, kesinambungan pendanaan, partisipasi masyarakat, pencatatan, vaksinasi, pengawasan kepemilikan, dan pencegahan pembuangan anjing. Jika hanya dilakukan sesekali atau di wilayah yang terbatas, populasi dari daerah lain dapat kembali mengisi area tersebut.
Sterilisasi bukan keputusan yang sama untuk setiap anjing
Berita mengenai program massal tidak berarti setiap pemilik harus menentukan waktu sterilisasi sendiri tanpa pemeriksaan. Usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, ukuran tubuh, ras, riwayat reproduksi, dan tujuan pemeliharaan dapat memengaruhi pertimbangan dokter hewan.
Sebelum prosedur dilakukan, anjing perlu dinilai oleh tenaga medis veteriner. Pemilik juga perlu memperoleh informasi mengenai persiapan, anestesi, pengendalian nyeri, perawatan luka, pembatasan aktivitas, serta tanda komplikasi yang memerlukan pertolongan.
Sterilisasi tidak menggantikan vaksinasi, pemberian obat antiparasit, nutrisi, pelatihan, dan pengawasan. Prosedur tersebut merupakan salah satu bagian dari pengelolaan kesehatan dan populasi, bukan satu-satunya kebutuhan anjing.
Pelajaran yang relevan bagi masyarakat
Kasus Smeura memperlihatkan bahwa masalah anjing telantar berkaitan dengan banyak pihak. Pemerintah, dokter hewan, organisasi penyelamatan, pemilik, calon pengadopsi, dan masyarakat perlu bekerja dalam sistem yang sama.
Bagi pemilik anjing, beberapa tindakan yang dapat membantu adalah mencegah anjing berkeliaran tanpa pengawasan, memasang identitas atau microchip jika tersedia, menjaga vaksinasi, dan mendiskusikan pengendalian reproduksi dengan dokter hewan. Jika ingin menambah anjing, calon pemilik dapat mempertimbangkan adopsi atau memeriksa informasi penjual secara teliti melalui halaman anjing dijual.
Karakter dan kebutuhan setiap anjing juga berbeda. Informasi awal mengenai ukuran, aktivitas, perawatan, dan kecenderungan ras dapat dipelajari melalui halaman jenis anjing, tetapi keputusan memelihara tetap perlu mempertimbangkan kondisi individu dan kemampuan pemilik.
Program di Rumania belum membuktikan bahwa seluruh persoalan anjing liar telah selesai. Nilai beritanya justru terletak pada upaya menguji pendekatan yang lebih terencana: mengurangi kelahiran yang tidak diinginkan sambil memperluas vaksinasi, identifikasi, registrasi, dan adopsi. Hasil jangka panjangnya masih perlu diukur secara terbuka selama beberapa tahun ke depan.
Sumber
- Reuters — Romanian shelter offers an alternative to stray dog culls, 17 September 2026.
- Associated Press — Animal welfare group finds systemic neglect at public dog shelters in Romania, 15 Mei 2026.
Catatan: Artikel ini merupakan penulisan ulang dan pengembangan editorial berdasarkan sumber yang dicantumkan, bukan terjemahan atau salinan artikel sumber. Foto berasal dari berkas yang disertakan. Kredit sumber dan izin penggunaan foto perlu diperiksa sebelum publikasi.


