Lebih dari 280 hewan, sebagian besar anjing, berhasil diselamatkan oleh relawan setelah kebakaran melanda kawasan pegunungan dan pesisir di sekitar Athena, Yunani. Upaya penyelamatan berlangsung di tengah suhu tinggi, angin kencang, dan arah api yang berubah-ubah.
Associated Press pada 5 Agustus 2026 melaporkan bahwa hewan-hewan tersebut dievakuasi di Megara, sekitar 40 kilometer di sebelah barat Athena. Kebakaran membakar puluhan rumah dan lebih dari 100 kilometer persegi lahan serta memicu sejumlah evakuasi.
Relawan Menampung Hewan yang Terpisah dari Pemilik
Sasa, seekor anak anjing campuran bertelinga terkulai, menjadi salah satu hewan yang belum dapat langsung kembali ke rumah setelah garis pembatas kebakaran dibuka. Ia dan hewan lain ditampung sementara di sebuah fasilitas olahraga dalam ruangan.
Koordinator penyelamatan Elena Dede menyebut upaya relawan lokal telah menyelamatkan lebih dari 280 hewan, mayoritas anjing. Setelah bahaya langsung mereda, pekerjaan belum selesai. Relawan dan pihak berwenang masih harus mengidentifikasi pemilik, menyediakan makanan serta perawatan, menangani hewan cedera, dan mencari tempat tinggal sementara.
Peristiwa ini memperlihatkan bahwa hewan dapat terpisah dari pemiliknya dalam hitungan menit ketika kebakaran, gempa bumi, banjir, atau bencana lain memaksa warga mengungsi.
Mengapa Rencana Evakuasi Anjing Penting?
Dalam keadaan darurat, pemilik mungkin tidak memiliki waktu untuk mencari tali, kandang, buku vaksin, makanan, atau obat-obatan. Anjing yang ketakutan juga dapat bersembunyi, melarikan diri, atau menolak masuk ke kendaraan.
Rencana sederhana yang disiapkan sebelum bencana dapat mempercepat evakuasi dan memudahkan anjing dipertemukan kembali dengan pemiliknya.
Perlengkapan Darurat yang Sebaiknya Disiapkan
Simpan perlengkapan di tempat yang mudah dijangkau dan periksa secara berkala. Isi dapat disesuaikan dengan jumlah, ukuran, serta kondisi kesehatan anjing.
Perlengkapan yang berguna antara lain:
- tali, harness, dan kalung identitas yang masih layak;
- kandang portabel atau tas pembawa sesuai ukuran;
- persediaan makanan dan air minum untuk beberapa hari;
- wadah makan dan minum;
- obat rutin beserta petunjuk pemberian;
- salinan catatan vaksinasi dan informasi kesehatan;
- foto terbaru anjing dari beberapa sisi;
- nomor telepon pemilik, dokter hewan, keluarga, dan kontak darurat;
- kantong kotoran, alas, handuk, dan perlengkapan kebersihan;
- kotak pertolongan pertama untuk kebutuhan dasar.
Dokumen dapat disimpan dalam wadah tahan air dan salinannya disimpan secara digital. Pastikan data pada microchip, bila digunakan, serta nomor telepon pada kalung identitas selalu diperbarui.
Latih Anjing Sebelum Keadaan Darurat
Peralatan saja tidak cukup apabila anjing takut pada kandang atau sulit dipanggil. Latihan singkat dan positif dapat membantu anjing terbiasa masuk ke kandang, mengenakan harness, mengikuti pemilik, dan naik ke kendaraan.
Setiap anggota keluarga perlu mengetahui siapa yang bertugas membawa anjing, perlengkapan, dokumen, dan kendaraan. Tentukan pula dua lokasi pertemuan: satu dekat rumah dan satu di luar lingkungan jika akses kawasan ditutup.
Pemilik dapat mencatat pilihan tempat penampungan, hotel, klinik, penitipan, atau kerabat yang menerima hewan. Tidak semua lokasi pengungsian mengizinkan hewan masuk, sehingga alternatif perlu disiapkan lebih awal.
Jangan Kembali ke Area Berbahaya Tanpa Izin
Keinginan menyelamatkan anjing sangat kuat, tetapi memasuki area kebakaran tanpa perlindungan dan izin dapat membahayakan pemilik, relawan, serta petugas. Asap, panas, kabel listrik, bangunan yang tidak stabil, dan perubahan arah api dapat menimbulkan risiko meskipun nyala api tidak terlihat dekat.
Jika anjing tertinggal, sampaikan lokasi terakhir, ciri fisik, nama panggilan, sifat, dan foto kepada petugas atau organisasi penyelamat yang berwenang. Jangan menghalangi jalur kendaraan darurat.
Pemeriksaan Setelah Evakuasi
Anjing yang berada dekat kebakaran dapat terpapar asap, mengalami luka bakar, dehidrasi, cedera kaki, atau stres. Batuk, napas cepat, lemas, muntah, mata merah, gusi berubah warna, atau luka membutuhkan perhatian dokter hewan.
Anjing juga mungkin menunjukkan perubahan perilaku setelah bencana, seperti gelisah, menempel terus pada pemilik, sulit makan, atau takut terhadap suara. Berikan tempat yang tenang dan rutinitas yang konsisten, lalu konsultasikan perubahan yang menetap kepada dokter hewan atau profesional perilaku hewan.
Penyelamatan ratusan hewan di Megara adalah hasil kerja relawan dalam kondisi sulit. Bagi pemilik anjing di Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat praktis: identitas yang jelas, perlengkapan siap bawa, latihan kandang, dan rencana evakuasi keluarga dapat membuat perbedaan besar ketika waktu sangat terbatas.
Sumber
- Associated Press, “After Greece’s wildfire, a rescue effort turns to the animals”, 5 Agustus 2026.