Dua Anak Anjing Hasil Penyuntingan Gen Diklaim Tidak Menghasilkan Alergen Can f 1
Berita Anjing

Dua Anak Anjing Hasil Penyuntingan Gen Diklaim Tidak Menghasilkan Alergen Can f 1

07 Aug 2026 4 min read

Isi Berita

Peneliti membuat dua Beagle hasil penyuntingan gen yang tidak memiliki Can f 1 terdeteksi. Temuan awal ini menarik, tetapi belum berarti semua alergi anjing dapat dihilangkan.

Dua anak anjing Beagle bernama Bailey dan Alfie menjadi sorotan setelah sebuah perusahaan bioteknologi melaporkan penggunaan teknologi penyuntingan gen untuk menonaktifkan gen yang menghasilkan Can f 1, salah satu alergen utama pada anjing.

Hasil yang diberitakan WIRED pada 5 Agustus 2026 menunjukkan Can f 1 tidak terdeteksi dalam sampel saliva dan ketombe kulit kedua anjing tersebut. Meski menarik, temuan ini belum berarti telah tersedia anjing yang benar-benar bebas alergi untuk masyarakat umum.

Apa Itu Can f 1?

Alergi terhadap anjing bukan semata-mata disebabkan oleh bulu. Protein alergen dapat ditemukan pada ketombe kulit, saliva, dan bahan biologis lain yang kemudian menempel pada bulu atau tersebar di lingkungan.

Can f 1 merupakan salah satu protein yang paling sering memicu reaksi pada orang dengan alergi anjing. Namun, Can f 1 bukan satu-satunya alergen anjing. Terdapat protein Can f lain yang juga dapat menyebabkan reaksi pada sebagian orang.

Karena itu, menghilangkan satu protein tidak otomatis menjamin bahwa setiap penderita alergi dapat tinggal bersama anjing tanpa gejala.

Bagaimana Anak Anjing Itu Dibuat?

Menurut laporan WIRED, tim Kindred Companion Sciences menggunakan CRISPR untuk menonaktifkan gen penghasil Can f 1 pada sel kulit yang diambil dari Beagle betina. Sel yang telah diedit kemudian digunakan dalam proses somatic cell nuclear transfer, teknik kloning yang memindahkan materi inti sel ke sel telur donor.

Tim membuat 25 embrio yang membawa perubahan tersebut dan memindahkannya ke induk pengganti. Dua embrio berkembang hingga lahir menjadi Bailey dan Alfie.

Peneliti melaporkan bahwa berat lahir keduanya normal dan tidak ditemukan kelainan bawaan. Pengurutan DNA dilakukan untuk memeriksa keberadaan perubahan gen. Sampel saliva dan ketombe kulit juga diperiksa, dan Can f 1 dilaporkan tidak terdeteksi dibandingkan sampel dari anjing tanpa penyuntingan gen.

Pengujian Alergi Masih Terbatas

Pendiri perusahaan, Matt Walker, yang memiliki alergi terhadap anjing, dilaporkan menjalani uji tusuk kulit menggunakan sampel dari anjing hasil penyuntingan gen dan anjing pembanding. Ia juga tinggal bersama Bailey selama sekitar satu setengah tahun tanpa mengalami reaksi alergi menurut laporan tersebut.

Pengalaman satu orang dan hasil pada dua anjing belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pendekatan ini aman serta efektif bagi seluruh penderita alergi. Penelitian lebih luas diperlukan untuk menilai:

  • respons dari orang dengan profil alergi yang berbeda;
  • pengaruh alergen anjing lain selain Can f 1;
  • kesehatan anjing dalam jangka panjang;
  • kemungkinan dampak perubahan gen yang belum terlihat;
  • kesehatan keturunan jika anjing tersebut dikembangbiakkan;
  • pertimbangan etika serta regulasi.

Apakah Ini Berarti Anjing Hypoallergenic Benar-Benar Ada?

Istilah “hypoallergenic” umumnya digunakan untuk menyebut anjing yang dianggap lebih kecil kemungkinannya memicu alergi. Istilah tersebut tidak berarti bebas alergen.

Reaksi setiap orang dapat berbeda. Seseorang mungkin sensitif terhadap Can f 1, sedangkan orang lain bereaksi terhadap alergen berbeda. Jumlah alergen yang tersebar di rumah juga dipengaruhi oleh individu anjing, kebersihan lingkungan, ventilasi, kebiasaan grooming, dan kedekatan kontak.

Temuan pada Bailey dan Alfie lebih tepat disebut sebagai bukti awal bahwa produksi satu alergen dapat ditargetkan melalui penyuntingan gen. Belum ada kepastian mengenai kapan atau apakah anjing seperti ini akan tersedia secara komersial.

Pertanyaan Etika dan Kesejahteraan Hewan

Teknologi penyuntingan gen pada hewan pendamping menimbulkan pertanyaan yang lebih luas. Apakah perubahan dilakukan untuk kebutuhan medis yang jelas, kesehatan hewan, atau sekadar memenuhi keinginan manusia? Bagaimana kesejahteraan donor sel, donor sel telur, induk pengganti, embrio yang tidak berkembang, dan anjing hasil prosedur dijamin?

Penilaian teknologi tidak cukup hanya melihat hasil akhirnya. Transparansi mengenai jumlah prosedur, tingkat keberhasilan, pengawasan dokter hewan, pemantauan jangka panjang, dan pemeriksaan independen juga penting.

Apa yang Dapat Dilakukan Penderita Alergi Saat Ini?

Penderita alergi sebaiknya tidak memilih ras anjing hanya berdasarkan label hypoallergenic. Konsultasi dengan dokter atau spesialis alergi dapat membantu menentukan pemicu dan tingkat risikonya.

Langkah pengelolaan lingkungan mungkin mencakup pembatasan akses anjing ke kamar tidur, penggunaan penyaring udara yang sesuai, pembersihan rutin, mencuci perlengkapan anjing, dan mengurangi permukaan yang menahan ketombe. Rekomendasi perlu disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing orang.

Untuk saat ini, Bailey dan Alfie merupakan perkembangan ilmiah yang menarik, bukan solusi siap pakai. Klaim “anjing tidak memicu alergi” perlu dibaca secara hati-hati karena penelitian masih sangat terbatas dan alergi anjing dapat melibatkan lebih dari satu protein.

Sumber

  • WIRED, “Gene-Edited Puppies Will Melt Your Heart—but Won’t Trigger Your Allergies”, 5 Agustus 2026.
  • Artikel penelitian yang dirujuk WIRED dan diterbitkan dalam The CRISPR Journal.

Informasi kesehatan dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau rekomendasi dokter.

Kembali ke Daftar Berita Kembali ke Home
Hubungi Customer Service
CS Agung Yudhi
Agung Yudhi

+6285857883435

Status: Available