Berita Anjing

Studi Kaitkan Langkah Kaki Depan yang Memendek dengan Penurunan Kognitif Anjing

15 Sep 20267 min read

Isi Berita

Penelitian pada 88 anjing senior menemukan hubungan antara langkah kaki depan yang lebih pendek dan penurunan kognitif, tetapi perubahan langkah bukan alat diagnosis tunggal.

Perubahan cara berjalan pada anjing senior selama ini sering dikaitkan dengan nyeri sendi, berkurangnya kekuatan otot, atau gangguan saraf. Penelitian dari North Carolina State University menunjukkan bahwa panjang langkah kaki depan juga memiliki hubungan dengan penurunan kemampuan kognitif pada anjing yang menua.

Gambar utama merupakan ilustrasi pemeriksaan cara berjalan anjing senior, bukan dokumentasi penelitian asli.

Studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Veterinary Science pada 25 Juni 2026 tersebut melibatkan 88 anjing senior dan geriatri milik keluarga. Para peneliti menemukan bahwa skor penurunan kognitif yang lebih tinggi berkaitan dengan langkah kaki depan yang lebih pendek setelah panjang langkah disesuaikan dengan tinggi tubuh anjing.

Temuan ini tidak berarti pemilik dapat mendiagnosis demensia hanya dengan melihat anjing berjalan. Para peneliti menegaskan bahwa besar pengaruhnya kecil dan panjang langkah lebih tepat digunakan sebagai informasi pelengkap dalam pemantauan kesehatan anjing senior.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Data penelitian berasal dari Longitudinal Study of Neuroaging in Dogs, penelitian jangka panjang terhadap anjing senior dan geriatri. Anjing-anjing peserta diperiksa kira-kira setiap enam bulan.

Dalam setiap rangkaian evaluasi, peneliti melakukan pemeriksaan fisik, neurologis, dan ortopedi. Mobilitas, pendengaran, pemeriksaan darah, kemampuan kognitif, dan sejumlah aspek kesehatan lain juga dinilai.

Untuk mengamati cara berjalan, anjing berjalan dengan tali di lintasan lurus dalam ruangan sepanjang 5 meter. Tali dijaga tetap longgar dan anjing diperbolehkan menentukan kecepatannya sendiri. Perjalanan tersebut direkam, kemudian panjang langkah kaki depan dan belakang diukur melalui analisis video.

Karena ukuran tubuh sangat memengaruhi panjang langkah, hasilnya disesuaikan dengan tinggi anjing pada pundak. Kemampuan kognitif dinilai menggunakan Canine Dementia Scale atau CADES, sedangkan dampak nyeri dinilai melalui Canine Brief Pain Inventory atau CBPI.

Apa yang Ditemukan?

Penurunan kognitif yang dilaporkan pemilik berkaitan dengan berkurangnya panjang langkah kaki depan setelah disesuaikan dengan tinggi tubuh. Hubungan antara skor CADES dan langkah kaki depan tetap terlihat setelah analisis memperhitungkan umur serta skor nyeri.

Menurut perhitungan model penelitian, kenaikan 10 poin pada skor CADES berkaitan dengan penurunan sekitar 1,2 persen pada rata-rata panjang langkah kaki depan yang telah disesuaikan terhadap tinggi tubuh.

Perubahan itu tergolong kecil. Karena itu, hasil tersebut tidak cukup untuk menentukan kondisi seekor anjing secara individual. Nilainya lebih mungkin terlihat ketika perubahan seekor anjing dipantau dari waktu ke waktu dan dibandingkan dengan pemeriksaan lain.

Peneliti tidak menemukan hubungan yang sama pada panjang langkah kaki belakang. Mereka menjelaskan bahwa kaki depan berperan besar dalam pengereman dan menjaga kestabilan postur, sedangkan kaki belakang lebih banyak menghasilkan dorongan. Gerakan kaki depan juga mungkin lebih sensitif terhadap perubahan pengolahan visual, orientasi ruang, dan kendali gerak dari otak.

Penjelasan tersebut masih merupakan interpretasi mekanisme yang mungkin mendasari hasil penelitian, bukan bukti bahwa perubahan pada area otak tertentu secara langsung menyebabkan langkah memendek.

Langkah Pendek Tidak Otomatis Berarti Demensia

Cara berjalan dipengaruhi oleh banyak faktor. Anjing dapat mengambil langkah lebih pendek karena:

  • osteoartritis atau nyeri pada sendi;
  • cedera otot, tendon, kuku, atau telapak kaki;
  • gangguan tulang belakang atau saraf;
  • kelemahan otot;
  • gangguan penglihatan atau keseimbangan;
  • lantai yang licin;
  • kelelahan;
  • rasa takut atau tidak nyaman;
  • efek obat atau penyakit lain; dan
  • perubahan kebugaran akibat usia.

Penelitian ini memang memperhitungkan skor nyeri yang dilaporkan pemilik, dan hubungan dengan skor kognitif tetap ditemukan. Namun, itu tidak menghapus semua kemungkinan penyebab lain pada setiap anjing.

Jika anjing tiba-tiba pincang, sulit berdiri, menyeret kaki, jatuh, menangis saat bergerak, atau tidak mampu berjalan seperti biasanya, jangan menganggapnya sekadar tanda penuaan. Perubahan mendadak perlu diperiksa oleh dokter hewan.

Apa Itu Canine Cognitive Dysfunction?

Canine Cognitive Dysfunction Syndrome atau CCDS adalah penurunan fungsi otak yang berkaitan dengan penuaan. Kondisi ini kadang disebut demensia anjing, walaupun diagnosis dan perjalanan penyakit setiap anjing dapat berbeda.

Perubahan yang dapat muncul antara lain:

  • terlihat bingung di tempat yang sebelumnya dikenal;
  • terjebak di sudut atau kesulitan mencari jalan;
  • pola tidur dan bangun berubah;
  • interaksi dengan keluarga atau hewan lain berubah;
  • buang air di dalam rumah setelah sebelumnya terlatih;
  • aktivitas menurun atau perilaku berulang meningkat;
  • muncul kecemasan baru;
  • respons terhadap perintah atau rutinitas melemah; dan
  • kemampuan belajar serta mengingat berkurang.

Tidak satu pun tanda tersebut secara otomatis membuktikan CCDS. Gangguan pendengaran, berkurangnya penglihatan, nyeri, penyakit organ, gangguan saraf, dan perubahan lingkungan dapat menghasilkan perilaku yang serupa.

Mengapa Pemantauan dari Waktu ke Waktu Lebih Berguna?

Panjang langkah berbeda menurut ras, ukuran, bentuk tubuh, kecepatan, permukaan, dan kebiasaan berjalan. Membandingkan seekor Chihuahua dengan Labrador Retriever, misalnya, tidak memberikan informasi yang adil tanpa penyesuaian.

Daftar jenis anjing dapat membantu pemilik memahami perbedaan ukuran dan karakter umum antarras, tetapi penilaian kesehatan tetap harus melihat kondisi individu.

Untuk anjing senior, perubahan terhadap pola berjalan normalnya sendiri lebih berguna dibandingkan membandingkannya dengan anjing lain. Pemilik dapat merekam video secara berkala ketika anjing berjalan pada permukaan yang sama, dari sisi samping, dengan kecepatan alami.

Video tersebut bukan pengganti pemeriksaan. Namun, rekaman dapat membantu dokter hewan melihat kapan perubahan mulai muncul dan bagaimana perkembangannya.

Catatan berikut juga dapat membantu:

  • tanggal perubahan pertama kali terlihat;
  • apakah perubahan terjadi terus-menerus atau hanya sesekali;
  • permukaan atau aktivitas yang memicunya;
  • kemampuan naik tangga, masuk kendaraan, atau berdiri;
  • perubahan tidur, kebingungan, kecemasan, dan kebiasaan buang air;
  • obat dan suplemen yang sedang digunakan; dan
  • perubahan nafsu makan, minum, berat badan, atau aktivitas.

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memberikan temuan penting, tetapi memiliki beberapa keterbatasan yang harus disampaikan.

Pertama, penurunan kognitif dan nyeri dinilai menggunakan kuesioner yang diisi pemilik. Kuesioner membantu menggambarkan perilaku anjing di rumah, tetapi tidak menetapkan diagnosis klinis tertentu.

Kedua, penelitian menunjukkan hubungan, bukan membuktikan sebab-akibat. Belum dapat disimpulkan bahwa penurunan kognitif secara langsung menyebabkan perubahan panjang langkah atau sebaliknya.

Ketiga, meskipun panjang langkah telah disesuaikan dengan tinggi pundak, perbedaan bentuk tubuh dan mekanika gerak antarras masih dapat memengaruhi hasil.

Keempat, anjing yang mengikuti penelitian harus mampu berjalan dan mentoleransi pemeriksaan mobilitas. Anjing dengan gangguan gerak sangat berat, penyakit saraf lanjut, atau keterbatasan perilaku mungkin tidak terwakili dengan baik.

Peneliti juga menyatakan bahwa penelitian lebih besar dengan lingkungan berjalan yang lebih beragam masih diperlukan untuk menguji penggunaan pengukuran ini secara lebih luas.

Apa Artinya bagi Pemilik Anjing Senior?

Temuan ini menambah alasan untuk tidak memisahkan kesehatan fisik dan perilaku pada anjing tua. Perubahan langkah dapat berkaitan dengan nyeri, sistem saraf, kemampuan indra, kebugaran, dan fungsi kognitif secara bersamaan.

Pemeriksaan anjing senior sebaiknya mencakup pembahasan mengenai mobilitas dan perubahan perilaku. Dokter hewan dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan sendi, saraf, penglihatan, pendengaran, darah, atau penilaian kognitif lebih lanjut.

Pemilik yang mencari anjing dijual juga perlu memahami bahwa pemeliharaan merupakan komitmen sampai usia lanjut. Kebutuhan anjing dapat berubah seiring bertambahnya umur, termasuk kebutuhan pemeriksaan lebih sering, penyesuaian lingkungan, pengendalian nyeri, dan dukungan terhadap mobilitas.

Di rumah, beberapa penyesuaian sederhana dapat membantu kenyamanan anjing senior sesuai kondisi masing-masing, seperti menyediakan alas yang tidak licin, akses yang lebih mudah ke tempat tidur dan air, rutinitas yang konsisten, serta aktivitas fisik dan mental yang disesuaikan dengan kemampuan. Perubahan aktivitas atau terapi tetap sebaiknya dibicarakan dengan dokter hewan.

Kesimpulan

Penelitian terhadap 88 anjing senior menemukan hubungan antara skor penurunan kognitif yang lebih tinggi dan langkah kaki depan yang lebih pendek. Hubungan tersebut tetap terlihat setelah penyesuaian umur dan nyeri, tetapi besarnya kecil dan tidak dapat digunakan sebagai alat diagnosis tunggal.

Nilai utama temuan ini terletak pada pemantauan menyeluruh dari waktu ke waktu. Perubahan cara berjalan, perilaku, tidur, interaksi, kemampuan belajar, dan kenyamanan fisik perlu dinilai bersama agar kondisi anjing senior dapat dipahami secara lebih tepat.

Sumber

Kembali ke Daftar Berita Kembali ke Home
Hubungi Customer Service
CS Agung Yudhi
Agung Yudhi

+6285857883435

Status: Available