Anjing dan manusia bukan hanya berbagi rumah, rutinitas, serta lingkungan. Penelitian terbaru dari Dog Aging Project menunjukkan bahwa keduanya juga memiliki kemiripan pada pola metabolit dalam darah yang berkaitan dengan kematian lebih awal atau lebih lambat.
Gambar utama merupakan ilustrasi pemeriksaan kesehatan anjing senior, bukan dokumentasi Dog Aging Project.
Penelitian berjudul Dogs and humans share biomarkers of mortality tersebut diterbitkan dalam The Journals of Gerontology: Series A pada 2026. Para peneliti menganalisis 133 molekul metabolit dari sampel darah 937 anjing peliharaan yang mengikuti Dog Aging Project, kemudian membandingkan hasilnya dengan temuan dari penelitian mortalitas pada manusia.
Hasilnya menunjukkan bahwa profil metabolit yang berhubungan dengan risiko kematian pada anjing memiliki kemiripan dengan pola yang sebelumnya ditemukan pada manusia. Namun, hasil ini tidak berarti tes darah tersebut sudah dapat digunakan untuk menentukan berapa lama seekor anjing akan hidup.
Apa Itu Metabolit?
Metabolit adalah molekul kecil yang terbentuk atau digunakan ketika tubuh menjalankan proses normal, seperti menghasilkan energi, memecah makanan, membangun jaringan, dan merespons peradangan.
Kadar metabolit dalam darah dapat dipengaruhi oleh banyak hal, antara lain:
- umur;
- makanan;
- berat dan komposisi tubuh;
- aktivitas fisik;
- kondisi hati dan ginjal;
- hormon;
- peradangan;
- penyakit;
- obat; serta
- faktor genetik dan lingkungan.
Karena metabolit mencerminkan berbagai proses yang sedang berlangsung di dalam tubuh, peneliti dapat mempelajari polanya untuk mencari hubungan dengan kesehatan dan penuaan. Pola yang dapat diukur serta berkaitan dengan suatu kondisi atau hasil kesehatan sering disebut biomarker.
Biomarker tidak selalu menjadi penyebab. Sebuah metabolit bisa meningkat bersamaan dengan risiko tertentu tanpa menjadi faktor yang langsung menyebabkan risiko tersebut.
Bagaimana Penelitian Dilakukan?
Penelitian menggunakan data Dog Aging Project, sebuah penelitian jangka panjang yang mempelajari kesehatan, lingkungan, dan penuaan anjing peliharaan. Pemilik memberikan informasi mengenai kehidupan anjingnya, sedangkan sebagian peserta juga menyediakan sampel biologis.
Dalam studi ini, peneliti memeriksa sampel darah 937 anjing dan mengukur 133 metabolit. Mereka lalu menilai pola metabolit mana yang berkaitan dengan kemungkinan kematian lebih awal atau lebih lambat selama masa pengamatan.
Para peneliti tidak hanya melihat satu molekul. Mereka menganalisis pola beberapa metabolit secara bersamaan, seperti sebuah “sidik jari” metabolik yang menggambarkan banyak proses di dalam tubuh.
Hasil dari anjing kemudian dibandingkan dengan profil metabolit yang pernah dikaitkan dengan mortalitas dalam penelitian manusia. Perbandingan ini penting untuk mengetahui apakah proses biologis yang berhubungan dengan penuaan memiliki kesamaan di antara kedua spesies.
Apa yang Ditemukan?
Penelitian menemukan bahwa metabolit yang berkaitan dengan kematian lebih cepat atau lebih lambat pada anjing menunjukkan pola yang sangat mirip dengan temuan pada manusia.
Menurut Texas A&M University, kesamaan tersebut terlihat ketika hasil anjing dibandingkan dengan beberapa penelitian manusia yang menggunakan pendekatan metabolomik serupa. Temuan ini mendukung gagasan bahwa anjing dan manusia berbagi sejumlah mekanisme dasar dalam biologi penuaan.
Kesamaan itu menarik karena anjing hidup dalam lingkungan yang sangat dekat dengan manusia. Mereka dapat terpapar pola aktivitas, kualitas udara, rutinitas, dan sebagian faktor gaya hidup rumah tangga yang sama.
Anjing juga memiliki rentang ukuran, bentuk tubuh, latar genetik, dan umur yang sangat beragam. Daftar jenis anjing memperlihatkan besarnya variasi antarras, tetapi penelitian penuaan tetap perlu menilai setiap anjing sebagai individu.
Bukan Tes untuk Meramalkan Umur Anjing
Judul mengenai biomarker usia mudah disalahartikan sebagai penemuan tes yang dapat menentukan kapan seekor anjing akan mati. Penelitian ini belum menunjukkan hal tersebut.
Hasil penelitian menggambarkan hubungan statistik dalam kelompok anjing. Hubungan yang terlihat pada sebuah populasi tidak otomatis dapat digunakan untuk meramalkan masa hidup satu individu secara akurat.
Beberapa alasan yang perlu dipahami:
- Hubungan bukan sebab-akibat. Metabolit tertentu mungkin berkaitan dengan penyakit atau proses tubuh lain, bukan menjadi penyebab langsung kematian.
- Satu pemeriksaan tidak menggambarkan seluruh kehidupan. Kondisi tubuh dapat berubah karena penyakit, pengobatan, diet, aktivitas, dan usia.
- Umur dipengaruhi banyak faktor. Genetik, ukuran tubuh, kecelakaan, penyakit, lingkungan, dan akses perawatan semuanya berperan.
- Model penelitian memerlukan validasi. Hasil perlu diuji pada kelompok anjing lain sebelum diterapkan lebih luas.
Karena itu, pemilik tidak perlu mencari tes metabolit komersial yang menjanjikan ramalan usia berdasarkan berita ini. Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pemeriksaan tersebut dapat memberikan prediksi individual yang pasti.
Mengapa Anjing Penting bagi Penelitian Penuaan?
Anjing dapat memberikan sudut pandang yang berbeda dari hewan laboratorium. Anjing peliharaan hidup bersama keluarga di lingkungan nyata, memiliki keragaman genetik, dan mengalami berbagai penyakit terkait usia yang juga dikenal pada manusia.
Umur anjing yang lebih pendek dibandingkan manusia memungkinkan perubahan kesehatan diamati dalam jangka waktu yang lebih ringkas. Penelitian jangka panjang dapat mengikuti proses penuaan, perubahan kebugaran, fungsi kognitif, serta munculnya penyakit selama kehidupan anjing.
Kesamaan lingkungan dengan manusia juga memberikan peluang untuk mempelajari hubungan antara kebiasaan sehari-hari dan kesehatan jangka panjang. Namun, anjing bukan manusia dalam ukuran lebih kecil. Perbedaan fisiologi, metabolisme, makanan, dan penyakit tetap harus diperhitungkan sebelum menerapkan temuan antarspesies.
Apakah Temuan Ini Berarti Cara Memperpanjang Umur Sudah Ditemukan?
Belum. Penelitian ini membantu menunjukkan bagian biologi mana yang layak dipelajari lebih lanjut, tetapi belum menghasilkan terapi atau pola makanan yang terbukti memperpanjang umur anjing.
Jika sebuah pola metabolit berkaitan dengan hasil kesehatan, tahap berikutnya adalah memahami alasan pola tersebut muncul. Peneliti perlu mengetahui apakah metabolit tersebut terlibat langsung, menjadi tanda penyakit lain, atau sekadar mengikuti proses penuaan.
Temuan ini juga tidak mendukung pemberian suplemen tertentu tanpa pemeriksaan dokter hewan. Mengubah satu molekul melalui diet atau suplemen belum tentu mengubah keseluruhan proses penuaan dan dapat menimbulkan risiko jika tidak sesuai dengan kondisi anjing.
Apa yang Bisa Dilakukan Pemilik Anjing?
Walaupun penelitian belum memberikan resep umur panjang, pemilik tetap dapat mendukung kualitas hidup anjing melalui perawatan dasar yang konsisten:
- menjaga berat badan dan kondisi tubuh pada rentang yang sesuai;
- memberikan makanan lengkap dan seimbang sesuai usia serta kondisi kesehatan;
- menyediakan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kemampuan;
- mempertahankan stimulasi mental dan interaksi sosial;
- melakukan pemeriksaan kesehatan berkala;
- mengikuti vaksinasi dan pencegahan parasit yang disarankan;
- menjaga kesehatan gigi;
- memperhatikan perubahan mobilitas, tidur, nafsu makan, dan perilaku; serta
- segera memeriksakan perubahan yang mengkhawatirkan.
Kebutuhan anjing senior tidak sama untuk semua individu. Anjing besar dapat memasuki fase senior lebih awal daripada sebagian anjing kecil, tetapi ras saja tidak dapat menentukan kondisi kesehatan atau sisa umur.
Perubahan fisik juga sebaiknya dinilai bersama perubahan perilaku. Penelitian lain, misalnya, menemukan hubungan antara langkah kaki depan yang lebih pendek dan penurunan kognitif pada anjing. Temuan seperti itu berguna sebagai bagian dari gambaran kesehatan, bukan diagnosis tunggal.
Komitmen Merawat Anjing Sampai Senior
Saat memilih anjing dijual, calon pemilik perlu mempertimbangkan seluruh masa hidupnya, bukan hanya tahap puppy. Seiring bertambahnya usia, anjing mungkin membutuhkan pemeriksaan lebih sering, penyesuaian aktivitas, diet khusus berdasarkan diagnosis, obat, perawatan gigi, atau perubahan lingkungan rumah.
Tidak ada harga, ras, pedigree, atau bentuk tubuh yang menjamin seekor anjing akan selalu sehat atau berumur panjang. Dokumen kesehatan induk dan pembiakan yang bertanggung jawab dapat membantu mengurangi risiko tertentu, tetapi perawatan sepanjang hidup tetap penting.
Keterbatasan yang Perlu Diperhatikan
Penelitian metabolomik dapat menemukan pola dari banyak molekul sekaligus, tetapi hasilnya juga kompleks. Hubungan yang ditemukan perlu direplikasi pada populasi lain dan dipelajari dari waktu ke waktu.
Selain itu, anjing yang berpartisipasi dalam penelitian jangka panjang bersama pemiliknya belum tentu mewakili seluruh populasi anjing. Perbedaan akses dokter hewan, pola makan, lokasi, ras, ukuran, dan kondisi sosial dapat memengaruhi hasil.
Studi ini merupakan langkah awal untuk mengenali kesamaan biologi mortalitas, bukan kesimpulan akhir mengenai penyebab penuaan.
Kesimpulan
Dog Aging Project menemukan bahwa pola metabolit yang berhubungan dengan kematian lebih awal atau lebih lambat pada anjing memiliki kemiripan dengan pola pada manusia. Temuan tersebut memperkuat nilai anjing sebagai subjek penelitian penuaan yang hidup dalam lingkungan bersama manusia.
Namun, biomarker tidak otomatis menjadi penyebab dan belum dapat digunakan sebagai ramalan pasti umur seekor anjing. Manfaat terbesar penelitian ini saat ini adalah membantu ilmuwan menentukan proses biologis yang perlu dipelajari lebih lanjut untuk memahami penuaan dan kesehatan jangka panjang.