Tidak Semua Anjing Pandai Berenang: Waspadai Bahaya Pantai, Danau, dan Sungai
Berita Anjing

Tidak Semua Anjing Pandai Berenang: Waspadai Bahaya Pantai, Danau, dan Sungai

07 Aug 2026 5 min read

Isi Berita

Perairan terbuka dapat membahayakan anjing karena arus, kelelahan, tepian curam, benda tersembunyi, air asin, dan alga biru-hijau. Kenali langkah pencegahannya.

Mengajak anjing bermain di pantai, danau, atau sungai dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan. Namun, tidak semua anjing merupakan perenang alami. Anjing yang mampu berenang pun dapat mengalami kelelahan, terseret arus, kesulitan naik ke daratan, atau terpapar zat berbahaya di dalam air.

Dogs Trust di Inggris meluncurkan kampanye keselamatan perairan setelah data menunjukkan ratusan insiden yang berkaitan dengan anjing di perairan terbuka. The Guardian pada 5 Agustus 2026 melaporkan 308 insiden terkait anjing di perairan terbuka Inggris selama 2021–2025, hampir seluruhnya terjadi di kawasan pesisir.

Walaupun data tersebut berasal dari Inggris, jenis bahayanya juga relevan bagi pemilik anjing di Indonesia, termasuk yang tinggal atau berwisata di Bali.

Mengapa Tidak Semua Anjing Aman di Air?

Kemampuan berenang dipengaruhi bentuk tubuh, kondisi kesehatan, usia, kebugaran, pengalaman, suhu air, ombak, dan arus. Anjing berkaki pendek, bertubuh berat, bermoncong pendek, berusia lanjut, atau memiliki gangguan jantung dan pernapasan dapat lebih cepat kesulitan.

Anjing yang panik mungkin bergerak tidak terarah dan menghabiskan tenaga. Air yang tampak tenang dari tepi juga dapat memiliki arus, perubahan kedalaman, atau jalur keluar yang sulit.

Tujuh Bahaya Utama di Perairan Terbuka

### 1. Arus, ombak, dan pasang surut

Arus dapat membawa anjing menjauh dari pantai atau tepian sungai. Ombak juga dapat membuat anjing kehilangan orientasi. Periksa kondisi setempat dan jangan membiarkan anjing masuk ketika ombak atau arus terlihat kuat.

### 2. Kelelahan saat berenang

Anjing sering terus bermain meskipun mulai lelah. Jarak kembali ke daratan dapat terasa jauh ketika tenaganya menurun. Batasi durasi, berikan waktu istirahat, dan jangan memaksa anjing berenang.

### 3. Tepian curam atau licin

Anjing mungkin mudah masuk ke danau, kanal, atau waduk tetapi tidak dapat menemukan jalan keluar. Periksa titik keluar sebelum melepas tali. Area dengan dinding beton, tebing, atau lumpur licin perlu dihindari.

### 4. Benda tersembunyi di bawah air

Pecahan kaca, logam, kail, ranting, tumbuhan air, sampah, atau batu tajam dapat melukai atau menjerat anjing. Air keruh membuat bahaya ini sulit dilihat.

### 5. Air laut yang tertelan

Menelan air asin dapat menyebabkan muntah, diare, dan dehidrasi. Bawa air tawar serta wadah minum agar anjing tidak mencoba minum air laut. Setelah berenang, bilas bulu dan kulit menggunakan air bersih.

### 6. Alga biru-hijau

Alga biru-hijau atau cyanobacteria dapat menghasilkan racun. Dogs Trust memperingatkan bahwa anjing dapat terpapar setelah menelan air tercemar atau menjilati bulu yang basah. Tidak semua kumpulan alga beracun, tetapi bahayanya tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat.

Hindari air yang tampak berubah warna, membentuk lapisan seperti cat, memiliki buih tidak biasa, atau disertai peringatan resmi. Jika diduga terpapar, cegah anjing menjilati bulunya, bilas dengan air bersih bila aman, dan segera hubungi dokter hewan.

### 7. Terlalu banyak menelan air

Anjing dapat menelan banyak air ketika mengejar bola atau menggigit semprotan air berulang kali. Kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan menjadi keadaan darurat. Hindari permainan yang membuat anjing terus-menerus menangkap air dengan mulut.

Tanda Anjing Mulai Kesulitan

Segera arahkan anjing keluar dari air jika gerakannya melambat, tubuhnya tampak semakin tegak, kepala sulit dipertahankan di atas permukaan, napasnya berat, ia berenang tanpa arah, menggigil, atau tidak merespons panggilan seperti biasa.

Sesudah berenang, perhatikan muntah, diare, lemas, sempoyongan, batuk, kesulitan bernapas, air liur berlebihan, kejang, atau perubahan perilaku. Gejala setelah paparan alga atau menelan terlalu banyak air dapat berkembang cepat dan memerlukan pertolongan dokter hewan.

Tips Aman Membawa Anjing ke Pantai atau Danau

Sebelum berangkat, periksa apakah lokasi mengizinkan anjing serta apakah terdapat peringatan mengenai cuaca, ombak, kualitas air, atau alga. Pilih area dengan jalur masuk dan keluar yang landai.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan:

  • gunakan harness dan tali panjang sesuai kondisi;
  • pakaikan pelampung anjing yang pas, terutama untuk pemula atau saat menggunakan perahu;
  • jangan melempar mainan terlalu jauh;
  • sediakan air minum tawar dan tempat berteduh;
  • batasi waktu berenang dan berikan istirahat;
  • bilas tubuh setelah terkena air laut atau air yang kualitasnya tidak diketahui;
  • periksa telapak kaki, telinga, kulit, dan bulu setelah bermain;
  • jangan biarkan anjing berenang tanpa pengawasan.

Pelampung membantu daya apung, tetapi bukan pengganti pengawasan. Pilih ukuran yang tidak terlalu longgar, memiliki pegangan di bagian punggung, dan tidak menghambat pernapasan atau gerakan kaki.

Jangan Langsung Melompat untuk Menolong

Naluri pemilik adalah segera masuk ke air ketika anjing kesulitan. Namun, tindakan tersebut dapat menciptakan dua korban. Air yang berbahaya bagi anjing juga dapat membahayakan manusia.

Panggil anjing menuju titik keluar yang aman apabila memungkinkan. Gunakan benda yang dapat dijangkau dari darat tanpa membuat diri ikut terjatuh, dan hubungi petugas penyelamat setempat bila situasinya tidak aman. Jangan memasuki arus deras, ombak besar, kanal, atau area yang tidak diketahui kedalamannya.

Berenang bukan aktivitas yang harus disukai setiap anjing. Jika anjing terlihat takut atau tidak nyaman, pilih permainan lain di darat. Tujuan utamanya bukan membuat anjing masuk ke air, melainkan memastikan kegiatan bersama tetap aman dan menyenangkan.

Sumber

  • The Guardian, “Open waters pose risk of drowning, injury and illness for dogs, UK campaigners warn”, 5 Agustus 2026.
  • Dogs Trust, “Keeping your dog safe around water”.

Informasi kesehatan dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter hewan.

Kembali ke Daftar Berita Kembali ke Home
Hubungi Customer Service
CS Agung Yudhi
Agung Yudhi

+6285857883435

Status: Available